DETAIL BERITA

PEMAKNAAN TANDA KECAKAPAN TEKNIS KEUANGAN (BREVET) TNI AD

Post. By Pusdikku | 06 Mei 2015 | 11:50:48 | 2405 Views

1. Latar belakang.

a.         Pemberian tanda kecakapan teknis kecabangan keuangan (Brevet) dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan profesionalisme dalam rangka pembinaan kekuatan satuan kecabangan keuangan,gagasan ini di latar belakangi oleh sejarah keuangan TNI AD, rencana pengembangan satuan keuangan TNI AD dan kemampuan serta ketrampilan personel kecabangan keuangan.

b.         Sejarah satuan keuangan TNI AD tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan bangsa indonesia, perkembangan TNI AD. Sejak terbentuknya Korps Keuangan 27 Oktober 1945, Pendiri Korps Keuangan almarhum Mayjen Prof,Dr,Arifin Abdurrahman sebagai kepala jawatan keuangan, pada tanggal 27 Oktober 1945 yang kemudian ditetapkan menjadi hari jadi Korps Keuangan TNI AD. Satuan Keuangan terlibat aktif juga dalam berbagai pertempuran dan tugas operasi baik dalam rangka menghadapi pasukan Belanda, Jepang dan Inggris mengatasi gangguan keamanan dalam negeri  maupun dalam melaksanakan tugas-tugas lainnya (tugas luar negeri) dibawah bendera PBB.

c.         Sesuai perkembangan sejarah Ditkuad yang bertugas sebagai satuan pembina kecabangan keuangan tingkat pusat dilengkapi dengan Pusat Pendidikan Keuangan yang langsung di bawah Kodiklat TNI AD sebagai lembaga pendidikan. Sesuai dengan fungsinya,maka setiap personel keuangan dituntut untuk memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus selain kemampuan dan ketrampilan militer umum. Kemampuan dan ketrampilan khusus ini hanya akan dapat diperoleh melalui pendidikan di Pusdikku Kodiklat TNI AD.

d.         Secara khusus penggunaan tanda kecakapan teknis kecabangan keuangan (Brevet) dapat meningkatkan rasa kebanggaan, semangat dan jiwa korsa terhadap Korps Keuangan, dimana setiap personel akan berusaha untuk menjadi lebih profesional dan dapat mempertanggungjawabkan setiap tugas serta kemampuan dan ketrampilan khusus bidang keuangan yang dimiliki, seperti yang dimiliki oleh kecabangan / korps satuan lain TNI AD yang lain.

2. Tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) memiliki bentuk,ukuran dan warna

a.         Bentuk tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) terdiri dari :

1)         Bagian dasar tengah warna Merah danPutih.

2)         Bintang bersegi lima warna kuning emas.

3)         Kampil warna kuning emas.

4)         Padi warna kuning berjumlah 45.

5)         Kapas (daun kapas warna hijau muda berjumlah 17 dan bunga kapas warna putih berjumlah 8).

6)         Pita Merah Putih mengikat padi dan kapas.

7)         Kalam atau kayu lidi bersilang warna kuning emas.

8)         Pita kuning bertuliskan SUCI BHAKTI KARYA UTAMA warna merah.

b.         Bentuk dan ukurannya adalah lebar 4 cm dan tinggi 4 cm,sedangkan warnanya adalah untuk bahan PDH dan PDU warna kuning emas terbuat dari bahan logam (kuningan) terbuat dari bahan logam (sesuai gambar) dan bahan PDL dibordir warna hitam dengan dasar hijau ditengah gambar merah putih.

C.        Makna dari tiap lambang dari tanda kecakapan teknis Keuangan adalah sebagai berikut :

1)         Bagian dasar tengah warna Merah Putih adalah warna bendera Negara Indonesia. Merah melambangkan arti keberanian dan putih melambangkan kesucian.  

2)         Bintang bersegi lima warna kuning emas adalah melambangkan angkatan darat

3)         Kampil warna kuning emas adalah Semacam kantong untuk tempat menyimpan uang atau barang-barang berharga yang terbuat dari kulit binatang, kain tebal tapas pohon kelapa dan sebagainya. Menurut kepercayaan jaman purba dan menurut hasil penyelidikan maka kampil tersebut sejak jaman purbakala telah digunakan orang menyimpan barang emas, perak, perunggu, barang-barang berharga lainnya. BATHARA KUWERA adalah DEWA KEUANGAN juga memegang sebuah kampil.

4)         Padi warna kuning berjumlah 45 adalah melambangkan KEMAKMURAN

5)         Kapas adalah melambangkan KESEJAHTERAAN. Jumlah daun kapas 17, bunga kapas 8 dan padi 45. Artinya hari Proklamasi 17 Agustus 1945.

 

 

6)         Pita Merah Putih mengikat padi dan kapas adalah melambangkan rasa ikatan nasional yang kokoh untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia.

7)         Kalam atau kayu lidi bersilang kuning emas. Lidi enau (pohon enau, jawa : pohon aren, pohon kawung) yang oleh orang-orang petugas pemerintahan negara pada jaman purba digunakan untuk melukis, jadi apabila orang-orang barat pada jaman dahulu menggunakan bulu angsa (ganzenzeer) untuk menulis atau melukis, maka orang-orang dan petugas-petugas pemerintah negara Indonesia pada jaman dahulu sebagian besar menggunakan lidi enau yang dinamakan kalam.

8)         Pita kuning bertuliskan Moto Korps Keuangan berwarna merah yaitu Suci-Bhakti-Karya-Utama disingkat CATUR BRATA (Catur = empat, Brata = pedoman baik) mempunyai makna sebagai berikut : a)            Suci berarti bersih jujur mengandung makna setiap personel kecabangan keuangan bersih hatinya dan dalam pelaksanaan tugas dilandasi dengan niat kejujuran.

(b)       Bhakti berarti perbuatan mengandung makna setiap personel kecabangan keuangan berbuat sesuatu karena keinsyafan dan iklasan untuk menepati kewajiban menjalankan tugas pokok yang diemban secara tekun dan tidak mengenal lelah.

(c)        Karya berarti bekerja atau berbuat mengandung makna setiap personel kecabangan keuangan selalu bekerja dan berbuat baik sehingga tugas pokok yang diemban dilaksanakan secara maksimal tanpa ada cela.

(d)       Utama berarti baik mengandung makna setiap personel kecabangan keuangan mampu mendarma baktikan jiwa dan raganya pada TNI serta bangsa dan negara sesuai dengan tugas pokok yang diemban.

Jadi CATUR BRATA atau EMPAT PEDOMAN yang berisi kejujuran adalah segala perbuatan selalu didasarkan atas keinsyafan dan keiklasan untuk menepati kewajiban, giat bekerja dan segala sesuatu ditunjukan kepada keutamaan atau kebaikan, sifat-sifat yang harus dimiliki oleh setiap personel keuangan di dalam berbakti dan mengabdi kepada TNI AD serta bangsa dan negara.

3.         Persyaratan pemakaian tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet). Untuk mendapatkan tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet), seorang prajurit atau personel  kecabangan keuangan atau anggota kehormatan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

a.         Mengikuti pendidikan antara lain :

1)         Dik Perwira.

(a)       Menempuh pendidikan dasar kecabangan keuangan (Diksarcab Keuangan) di Pusdikku Kodiklat TNI AD.

  1. Lama pendidikan adalah 20 minggu @ 50 jam pelajaran = 1000 jam pelajaran sesuai yang tertuang pada kurikulum pendidikan dasar kecabangan keuangan (Diksarcab Keuangan) dan dinyatakan lulus dengan berpredikat minimal baik.
  2. Tugas keluaran pendidikan adalah sebagai Perwira urusan di satuan jajaran keuangan.

2)         Dik Bintara.

(a)             Harus menempuh pendidikan pertama Bintara TNI AD Tahap II kecabangan keuangan (Dikmaba THP II Kecabku) dan pendidikan Bintara Tahap II kecabangan keuangan (Diktukba THP II Kecabku).

(b)             Berprestasi/peringkat 1 (satu) dibidang akademis, fisik dan mental.

 

(c)  Lama pendidikan untuk Dikmaba THP II Kecabku  16 minggu @ 50 jam pelajaran = 800 jam pelajaran dan Diktukba THP II Kecabku 8 minggu @ 50 jam pelajaran = 400 jam pelajaran sesuai yang tertuang pada kurikulum pendidikan pertama Bintara tahap II kecabangan keuangan (Dikmaba THP II Kecabku) dan yang tertuang pada kurikulum pendidikan pembentukan Bintara tahap II kecabangan keuangan (Diktukba THP II Kecabku).

  1. Tugas keluaran pendidikan adalah sebagai Bintara urusan di kecabangan keuangan.

 

b.         Perlakuan khusus  :

            1)         Bagi personel atau prajurit yang bertugas atau mengabdikan diri di Korps Keuangan termasuk gumil, pelatih dan tamu kehormatan.

            2)         Bagi PNS yang bertugas, mengajar dan berjasa untuk kemajuan Pusdikku Kodiklat TNI AD serta bertugas minimal 1 (satu) tahun di Pusdikku Kodiklat TNI AD berkelakuan bauik atau tanpa cacat berdasarkan hukum yang  berlaku.

            3)         Bagi personel atau prajurit Pusdikku Kodiklat TNI AD melaksanakan tugas OMP dan OMSP di dalam negeri maupun luar negeri.

4)         Dipandang perlu oleh Komandan Pusdikku Kodiklat TNI AD untuk diberikan tandan kecakapan teknis keuangan (Brevet) kepada satuan di lingkungan TNI, organisasi diluar TNI yang berkaitan dengan pendidikan dan latihan serta yang bekerja sama dalam memajukan kecabangan keuangan TNI AD .

4.         Pemasangan tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet). 

a.         Tempat pemasangan bagi prajurit atau anggota Korps keuangan TNI AD dibagian dada sebelah kiri atas baju seragam PDH , PDU PDL loreng.

b.         Pemakaian sejak diterima/disematkan tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) disertai dengan surat keputusan Danpusdikku Kodiklat TNI AD.

c.         Penyematan diiringi dengan lagu Mars Cku dan Hymne Cku Jaya.

d.         Penciuman Pusara Keuangan “CATUR BRATA” oleh personel kecabangan keuangan juga personel diluar kecabangan keuangan.

e.         Perwira kecabangan keuangan selesai Diksarcabku atau yang setingkat.

5.         Tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) tidak diberikan.   Brevet  tidak diberikan apabila prajurit  / personel melakukan perbuatan yang dapat mencemarkan atau merugikan nama baik TNI khususnya Korps Keuangan TNI AD atau dengan kata lain melakukan pelanggaran hukum pidana maupun perdata dan dianggap prajurit / personel tidak pantas untuk diberikan tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) tersebut.

6.         Penutup.   Keberadaan tanda kecakapan teknis keuangan (Brevet) dirasakan penting untuk diberikan kepada prajurit  atau personel TNI AD yang memiliki kemampuan dan ketrampilan di bidang teknis kecabangan keuangan TNI AD yang diperoleh melalui pendidikan di kecabangan  keuangan sesuai kurikulum.  Begitu juga bagi satuan, organisasi dan yang dipandang perlu untuk diberikan berupa tanda kecakapan teknis kecabangan keuangan (Brevet) dikarenakan telah bekerja sama dalam memajukan kecabangan keuangan TNI AD.  Dengan adanya tanda kecakapan teknis keuangan maka akan memberikan dampak positif  pada saat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI dan memiliki motivasi untuk berprestasi serta meningkatkan semangat, moril, kebanggaan, dan jiwa korsa yang dapat meningkatkan kinerja personel maupun organisasi / satuan korps keuangan maupun TNI AD dimasa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

KATEGORI

GALLERY